Langsung ke konten utama

Efek Samping Mengonsumsi Kunyit

 


Efek Samping Mengonsumsi Kunyit

Meskipun tanaman herbal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, pastikan kamu tidak mengonsumsinya berlebihan. Melansir dari jurnal Foods, beberapa orang yang mengonsumsi kunyit sebanyak 500-12000 miligram mengalami diare, sakit kepala, ruam, hingga perubahan warna pada feses.

Dalam penelitian lain, mengonsumsi kunyit berlebihan juga bisa memicu rasa mual. Kunyit masih dalam batasan aman jika kamu mengonsumsinya sebanyak 4-8 gram dalam satu hari. 

Jika berlebihan, ada berbagai efek samping yang berisiko kamu alami, seperti:

  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan warna pada feses.
  • Alergi.

Waspada jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap rempah-rempah. Selain itu, jika kamu sedang dalam pengobatan medis, sebaiknya tanyakan langsung pada dokter mengenai interaksi kandungan rempah ini dengan obat yang kamu konsumsi.

Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya perhatikan jumlah asupan kunyit agar tidak mengganggu perkembangan janin maupun bayi.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2023. Nine health benefits of turmeric tea.
Times of India. Diakses pada 2023. Why you should drink turmeric water daily.
Wild Nutrition. Diakses pada 2023. Nurturing female health with turmeric.
Life Well Lived. Diakses pada 2023. 7 Reasons Women Should Consume Turmeric.
Everyday Health. Diakses pada 2023. What’s the Deal With Turmeric for Depression?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. 7 Health Benefits of Turmeric.
Very Well Health. Diakses pada 2023. The Many Health Benefits of Turmeric (and Curcumin).
Byrdie. Diakses pada 2023. Turmeric for Hair: Benefits and How to Use It.
Foods. Diakses pada 2023. Curcumin: A Review of Its’ Effects on Human Health.
Nutrition Today. Diakses pada 2023. Turmeric: Potential Health Benefits.
BMC Complementary and Alternative Medicine. Diakses pada 2023. Turmeric extract and its active compound, curcumin, protect against chronic CCl4-induced liver damage by enhancing antioxidation.
Food Bioscience. Diakses pada 2023. Curcumin Inhibits Angiogenesis in Endothelial Cells Using Downregulation of The PI3K/Akt Signaling Pathway.

Komentar